Skip to main content or archives
nien / Uncategorized / Jan 20, 2010 @ 9:45 pm
Rasanya sedikit khawatir ketika harus pulang saat langit sudah gelap. Takut sih tidak (saya cukup pemberani kok), tapi kalau khawatir jelas. Saat harus berjalan kaki di malam hari, saya kok khawatir kalau saya tidak terlihat oleh pengguna jalan yang lain. Nah, siap-siap untuk ngeledek karena saya memang punya kulit sawo matang cenderung gelap? Tapi ini serius, terlebih di area yang saya lewati, jalur untuk pejalan kaki sejajar dengan aspal. Kendaraan bermotor bisa nyelonong kapan saja, memakai area pejalan kaki. Whuush… whuush… harus siaga setiap saat.
Mencoba menyiasati dengan berjalan di sisi jalan yang berlawanan dengan arus pengguna jalan. Satu cara yang memungkinkan untuk lebih waspada. Tapi seperti layaknya pengguna kendaraan di malam hari, mulai dari sepeda sampai truk dan mobil yang selalu menyalakan lampu, mungkin begitu pula dengan pejalan kaki. Harus siap-siap dengan jaket glow in the dark atau bando lampu devil macam gambar di bawah ini? Sepertinya kok iya.


(Gambar dari http://www.shop4tech.com/item8575.html)

Posted via email from Miscellaneous Nien


nien / Uncategorized / Jan 16, 2010 @ 2:22 pm


by Cahyadi Widianto

Simple, cool, quite inspiring. Uhm, let’s start from the small things?

Posted via web from Miscellaneous Nien


nien / Uncategorized / Jan 11, 2010 @ 10:11 pm
Hidup hijau itu karena kepepet. Salah satu teman saya pernah bilang begitu. Dan bener juga, seperti yang pernah saya tulis di sini. Sewaktu sekolah dulu saya ngga naik motor karena ngga boleh, ngga bisa, dan ngga punya. Bisanya ya naik bus atau jalan kaki.

Kini setelah hijrah ke Jakarta, saya kembali di posisi itu. Belum mampu beli kendaraan dan tak ada lagi hibah kendaraan dari orang tua. Ke mana-mana jalan kaki dan naik bus/angkot. Tapi akhirnya saya benar-benar mempraktekkan apa yang sudah saya tulis. Sebelumnya di Jogja, hanya sewaktu-waktu saja.

So, kalau mau hijau, miskinkan semua orang? Semakin miskin, semakin tidak konsumtif, semakin hijau?


Posted via email from Miscellaneous Nien


nien / My Life / Jan 08, 2010 @ 9:44 pm

Ibu kota katanya lebih kejam daripada ibu tiri -semoga para ibu tiri tak kemudian menggugat layaknya para pekerja infotainment. 2010. Dan di sinilah saya, di rimba Jakarta.

Jakarta


nien / Etcetera, Asides / Dec 30, 2009 @ 11:06 am

Posterous.com asyik juga :)
Mine is nien.posterous.com


nien / My Life, Jolly, Asides / Sep 04, 2009 @ 9:49 pm

Sometimes, we really do need “need of achievement”.
=P

Youthink Essay


nien / Rambling, Blogging / Aug 31, 2009 @ 9:59 am

Kadang rasanya lelah mengejar cepatnya kemajuan teknologi. Di awal kuliah, hingga sekitar awal 2005, aku masih ke mana-mana sambil menenteng disket, sementara sekarang kapasitas flashdisk yang umum dipakai sudah mencapai 4-8 giga. Laptop-laptop baru pun semakin kecil dan tipis dan tak lagi memasang CD/DVD drive. Jadi sedikit khawatir, jangan-jangan banyak data yang aku simpan di CD atau DVD terselamatkan tapi akan tidak bisa dibuka, bisa jadi pemutar CD dan DVD akan segera punah. Ide iseng pun berseliweran di otak, sepertinya boleh juga kalau menyimpan aneka disk drive dan CD/DVD drive, merawatnya baik-baik dan membuka usaha berjudul “persewaan nostalgia” di 20 tahun yang akan datang :)

Haruskah untuk selalu bergerak mengikuti perkembangan teknologi itu? Untuk urusan teknologi awet dan terus bertahan, rasanya kertas masih tanpa tanding. Dan ternyata blog ini (walau hidup tidak, mati tak segan) juga masih bisa bertahan dan bisa dipakai. Blog ini menumpang di blogsome dan enginenya masih menggunakan wordpress versi 1.5 ketika wordpress saat ini sudah sampai di versi 2.8.4 (kalau tidak salah) serta berlayout bikinan tahun 2006. Komputer yang dipakai pun masih Pentium III produksi abad lalu.

Ah… sebenarnya tulisan ini mencoba mencari pembenaran sebagai awal untuk mencoba menulis lagi di wadah yang serba kuno ini. Bahwa tak segalanya tak harus serba baru dan serba terkini…

Learn to pause… or nothing worthwhile will catch up to you. - Doug King


 
 

www.flickr.com