Sebagai anak kos yang seringnya makan di warteg, ajakan nyicipin kuliner asli Betawi tentunya ngga boleh untuk dilewatkan. Tujuan kali ini adalah Rumah Makan Betawi Ora (Masakan Khas Betawi Pinggir) di Jl. Raden Saleh Tangerang, daerah Ciledug-Karang Tengah.
Nuansa warung ini ala Betawi dengan dominasi warna hijau. Kita akan disambut mpok dan abang yang berpakaian ala Betawi, disapa dengan panggilan mpok, dan disetelkan lagunya Benyamin. Warung ini relatif baru, baru buka Juli 2010. Ora ternyata artinya sama dengan dalam bahasa Jawa yang berarti tidak, tapi dalam konteks ini bisa juga dikonotasikan dengan pinggiran.
Nah, salah satu menu andalan di warung ini adalah Gabus Pucung. Masakan ini adalah ikan gabus yang dibumbui kuah pucung (Jawa:kluwak), jahe, cengkeh, laos, bawang merah, serta bawang putih. Rasanya kaya bumbu, sedap! Lalu ada andalan lainnya yaitu nasi ulam yang dibumbui salam, jahe, dan cengkeh dengan srundeng kelapa, lauk daging empal bumbu laos, teri, suwiran telur dadar, juga kering tempe. Menurut Babe Guntur, salah satu dari tiga bersaudara pemilik warung ini, nasi ulam di daerah Tangerang memang hanya ada di tempat ini, kalau di tempat lain kebanyakan menjual nasi uduk.
Makanan lain yang cukup unik adalah sayur asemnya. Isi sayur asem ini ada oncom, melinjo utuh, juga kacang tanah yang masih ada kulitnya. Lucu sih, utuh-utuh begini. Apa tukang masaknya males ngupas ya, barangkali… :-) Cuman, kalau soal rasa, tempo hari pernah mencoba sayur asem Betawi di daerah Condet, Jakarta Timur dan rasa sayur asem yang di Ora ini memang masih kalah sedap dibanding dengan yang di Condet. Untuk minumannya ada teh betot, mirip-mirip teh tarik tapi ada taburan keju parutnya, lalu ada juga asinan Betawi.
Sayang, ada menu unik yang lagi kosong antara lain pecak bandeng dan lele, sambel kemiri, selendang mayang, kue dongkal, juga oblang duren. Untuk menu yang agak langka ini, kalau mau menikmati, sebelumnya harus pesan dulu.
Selain rumah makan, Babe Guntur bercerita kalau ada juga komunitas yang namanya sanggar Kobra alias Komunitas Betawi Ora (Budaya Orang Betawi Pinggiran). Kobra ini sering diundang kalau ada hajatan Betawi. Di daerah ini, Betawinya lebih banyak terpengaruh etnis Cina, jadi perayaan tradisionalnya mirip dengan ala Cina. Hmm, untungnya, cuma namanya aja yang Kobra, warung ini ngga jualan sop kobra, hehe.
Berhubung pasukan pencicip kuliner ngga begitu komplet, tidak banyak yang bisa dicicipin karena perut keburu penuh. Sebenarnya masih ada menu yang lain seperti nasi ulam dengan lauk ayam atau udang, soto betawi, sop iga sapi, kepala kakap, sayur penganten/besan, aneka pepes, serta pindang bandeng.
Menurut saya sih makanan di sini sudah sundul langit alias maknyus terutama untuk gabus pucung dan nasi ulam empal laos. Tapi, kalau kata temen saya yang lumayan paham kuliner, makanan Betawi yang ada di daerah Bekasi lebih enak lagi. Wah… Patut dicoba di lain kesempatan.
Rumah makan ini buka mulai sekitar pukul 10 pagi hingga 10 malam. Harga minuman dan makanan (yang kami pesan) berkisar mulai 10 ribuan hingga 30 ribuan, kalau kerupuk ya tetap 1000 :-) Website Rumah Makan Betawi Ora bisa dibuka di http://www.rumahmakanbetawiora.com/
Posted via email from Miscellaneous Nien