Skip to main content or archives
nien / thoughts / May 20, 2008 @ 12:54 pm

Apa yang membuat Budi Utomo dan tokoh-tokoh serta gerakan-gerakan yang muncul kemudian berikutnya berbeda?
Tanpa mengurangi rasa hormat terhadap Sultan Agung, Pangeran Diponegoro, Imam Bonjol, Sultan Hasanuddin, dan banyak pahlawan lainnya…

Budi Utomo mulai bersentuhan dengan intelektualitas.
Ibarat katak yang keluar dari tempurung.
Rasanya tak bisa dilepaskan dari Politik Etis Belanda yang mungkin bisa dibilang “senjata makan tuan”.
Muncullah Dr. Sutomo, Wahidin Sudirohusodo, Tjipto Mangunkusumo, Kartini, Sukarno, Hatta, Sjahrir, Soewardi Suryaningrat, dan masih banyak lagi.

Tentu saja, ketika itu kata persatuan pun mulai muncul, ditandai dengan Sumpah Pemuda 20 tahun kemudian.

Dua hal yang tak boleh dilupakan di 100 tahun kebangkitan nasional ini.

Otak, bukan hanya otot.
Dan bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh :)


8 Comments »

Right Click Here for TrackBack URI

  1. Gravatar Image

    chocoluv said:

    yo karena jaman juga.
    pangeran diponegoro dan sultan agung mungkin juga sudah bersentuhan dengan intelektualitas sesuai dengan standar jaman itu,
    tapi belum sesuai standar internasional.
    juga belum ada sekolah2 beken macam STOVIA

    May 20, 2008 @ 8:24 pm
  2. Gravatar Image

    nien said:

    mungkin kata intelektualitas memang kurang pas

    uhm…
    kesempatan memperoleh pendidikan yang membebaskan dari menjadi “katak dalam tempurung”

    jelas kesempatan kita sekarang jauh lebih besar
    harusnya
    kesempatan dan otak yang kita miliki itu musti dioptimalkan :p

    May 21, 2008 @ 8:25 pm
  3. Gravatar Image

    wedhouz said:

    kalo menurutku, tidak ada standar akan intelektualitas dan juga tidak tergantung pada jaman.

    nyatanya, pada jaman yang sama, para kompeni yang jumlahnya jauh lebih sedikit mampu kemudian menjajah nusantara.

    juga pada saat sekarang ini, tidak kemudian menjadi jaminan bahwa otak akan lebih banyak digunakan dari pada otot. contohnya dapat dilihat ketika para wakil rakyat terhotmat terlibat baku hantam dan contoh2 lain pada berbagai siaran televisi.

    intelektualitas itu tergantung lingkungan, tergantung keadaan mikro dan makro yang melingkupi objek itelektual tersebut.

    May 24, 2008 @ 1:12 pm
  4. Gravatar Image

    poetra said:

    Aku rasa, soal intelektualitas itu bisa bias. Kalau yang dimaksud adalah intelektualitas karena berpendidikan, maka aku nggak setuju. Karena orang berpendidikan belum tentu lebih baik dari yang nggak berpendidikan.

    Tapi kalau variabel-nya adalah otak dan otot, tentu saja keduanya harus tetap bisa sejalan. Hehehe.

    May 24, 2008 @ 9:53 pm
  5. Gravatar Image

    nien said:

    wedhouz:
    memang njelehi yang sering ada di tivi itu :`(

    lingkungan yang melingkupi… budi utomo dkk aku rasa punya itu.

    poetra:
    maksudnya pendidikan formal? memang bukan jaminan

    May 25, 2008 @ 10:07 am
  6. Gravatar Image

    thuns said:

    bedanya lagi di jaman skrg…
    PEMIMPINNYA malah membuat rakyat semakin BODOH…!!! Bukan pemimpin kebangkitan… tapi pemimpin pembodohan!
    Gimana enggak? Yaaa liat aja di tipi… idup tambah susah, bbm dinaekin, byk yg bunuh diri… karna ga kuat beli makan… apalagi buat sekolah! Fyuuuh…

    May 26, 2008 @ 3:46 pm
  7. Gravatar Image

    nant's said:

    salam kenal mbak nien,

    kalo pendapat saya, yang membedakan adalah “Indonesia”. Jaman pergerakan di awal abad 20 itu mulai tumbuh di kalangan kawula Hindia Belanda akan perasaan senasib dan ke-Indonesia-an.

    Yang belum ada di Jaman Sultan Agung, Diponegoro dsb. Mereka masih beridentitas lokal ato kedaerahan kalo gak mau dibilang kesukuan. Makanya juga ada yang keberatan dengan Boedi Oetomo karena lebih dominan nuansa Jawanya dibandingkan ke-Indonesia-annya. Seperti SI ato beberapa organisasi lain yang sejaman.

    Kalo intelektualitas, setau saya ada Sultan Makasar (?) yang gemar mengumpulkan binatang dari berbagai negara karena ketertarikan dia akan “biologi”. Ada Syekh Yusuf yang berjuang hingga ke Banten meski dia dari Makasar, hingga dibuang ke Afrika Selatan. Ada banyak lagi untuk sekedar menyebut cerdas.

    ini perkara identitas, “who are we?” yang beda dengan jaman sebelumnya.

    gitu kali yah pendapat saya

    salam,

    nant’s

    June 22, 2008 @ 10:20 pm
  8. Gravatar Image

    omic said:

    hmm…

    ya ya ya,

    tapi ada satu hal yang membuat budi utomo menjadi tidak begitu berbeda dengan beberapa gerakan keorganisasian masyarakat sekarang…

    yaitu…

    aku heee (pede banget) khikhi

    June 23, 2008 @ 10:24 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.