Skip to main content or archives
nien / Rambling, Blogging / Aug 31, 2009 @ 9:59 am

Kadang rasanya lelah mengejar cepatnya kemajuan teknologi. Di awal kuliah, hingga sekitar awal 2005, aku masih ke mana-mana sambil menenteng disket, sementara sekarang kapasitas flashdisk yang umum dipakai sudah mencapai 4-8 giga. Laptop-laptop baru pun semakin kecil dan tipis dan tak lagi memasang CD/DVD drive. Jadi sedikit khawatir, jangan-jangan banyak data yang aku simpan di CD atau DVD terselamatkan tapi akan tidak bisa dibuka, bisa jadi pemutar CD dan DVD akan segera punah. Ide iseng pun berseliweran di otak, sepertinya boleh juga kalau menyimpan aneka disk drive dan CD/DVD drive, merawatnya baik-baik dan membuka usaha berjudul “persewaan nostalgia” di 20 tahun yang akan datang :)

Haruskah untuk selalu bergerak mengikuti perkembangan teknologi itu? Untuk urusan teknologi awet dan terus bertahan, rasanya kertas masih tanpa tanding. Dan ternyata blog ini (walau hidup tidak, mati tak segan) juga masih bisa bertahan dan bisa dipakai. Blog ini menumpang di blogsome dan enginenya masih menggunakan wordpress versi 1.5 ketika wordpress saat ini sudah sampai di versi 2.8.4 (kalau tidak salah) serta berlayout bikinan tahun 2006. Komputer yang dipakai pun masih Pentium III produksi abad lalu.

Ah… sebenarnya tulisan ini mencoba mencari pembenaran sebagai awal untuk mencoba menulis lagi di wadah yang serba kuno ini. Bahwa tak segalanya tak harus serba baru dan serba terkini…

Learn to pause… or nothing worthwhile will catch up to you. - Doug King


nien / Rambling, Asides / May 26, 2008 @ 8:25 am

Life is what happens while you’re busy making your excuses.
When I’m Gone - Simple Plan

Geez… I feel you, my friend!


nien / Rambling, Thoughts / May 02, 2008 @ 10:59 am

“Lho mbak, komputere ket wingi ora dipateni?”
“Heeh, komputere kantor iki.”

Berhemat. Hemat energi. Akhir-akhir ini banyak bermunculan anjuran untuk hemat energi termasuk dari Presiden SBY.

Salah satu stasiun radio favorit saya sekarang rajin memberikan berbagai pesan cinta lingkungan. Misalnya tak cukup hanya menekan tombol off di perangkat listrik, cabut juga kabelnya. Atau anjuran untuk mematikan kendaraan ketika berada di lampu merah yang cukup lama (ternyata si papan penunjuk waktu itu ada gunanya :p). Ada juga tulisan dari berbagai blog menyambut hari Bumi beberapa hari yang lalu. Sedikit-sedikit mulai saya coba praktekkan.

Tapi saya kemudian teringat kejadian sewaktu magang tahun lalu. Yang membuat rasa pesimis saya muncul. Sebuah percakapan yang ditulis di awal tulisan ini. Waktu itu saya terkejut mendapati teman kantor yang tidak mematikan komputernya sewaktu pulang. Toh bukan punya dia, alasan si mbak kantor ini. Dan sayangnya tak hanya dia yang mempraktekkannya.

Hmph… Barang-barang setengah privat. Barang kantor, sekolah, kampus, intansi…
Selalu menggunakan untuk keperluan sehari-hari.
Tapi bukan milikku, bukan tanggung jawabku. Tak perlu peduli dan sayang.

Terus terang jadi khawatir, berbagai usaha penghematan bisa jadi sia-sia. Ketidakpedulian yang terjadi di mana-mana itu bisa meniadakan usaha penghematan yang dilakukan berbagai individu.

Ah, coba bisa berhemat energi di berbagai instansi itu. Tentu berdampak lebih besar dari usaha individu.
Lebih ramah lingkungan.
Berbagai alat jadi lebih tahan lama
Efisiensi biaya pengeluaran.
Kemungkinan memperbesar usaha. (Dan tambahan lapangan kerja?)
Kualitas layanan meningkat.
Ekstra bonus untuk pegawai. (Siapa tahu? :>)
Sekali merengkuh dayung, tiga dua pulau terlampaui?

Hmmph. Yuk hargai si barang-barang setengah privat!

A journey of a thousand miles begins with a single step - Confucius


nien / Rambling / Jan 17, 2008 @ 3:47 pm

TV Khusus Dewasa Hadir di Jogja Hub (0274) 683xxx

Tulisan berbunyi kira-kira seperti di atas (agak lupa persisnya), saya baca pagi tadi. Tertempel di satu tiang listrik dekat bangjo yang saya lewati. Tiga digit di belakang bukan karena dirahasiakan, tapi memang karena lupa. Sayang ngga ada snapshot, maklum ngga ada HP kamera. Di tempat yang sama terkadang juga dipasang info-info seperti "Terlambat Datang Bulan Hubungi xxx" atau "Perlu Tukang Ledeng Hub xxx". Hmmm… geli aja, ada ya yang bakal pesen. Dan… dewasa? Ah, emangnya apa sih dewasa itu…? Dududuw…

Update!
Terjawab sudah…
Ternyata tak yang seperti saya, anda dan kita bayangkan… :p Check this out :)
(via Donny)


nien / Rambling, Asides / Jan 04, 2008 @ 6:49 pm

Haduh… haduh… Makin aneh aja. DIY ikut Jateng? Yang ngga tau sejarah tuw sapa yaw? Kok bisa… sungguh tak habis pikir…


nien / Rambling, Asides / May 15, 2007 @ 6:55 pm

“In theory everything was so logical. In reality so little work out the way it was supposed to.”

Jane Jacobs - Cities and The Wealth of Nations


nien / Rambling, Spatial / Nov 26, 2006 @ 7:29 pm

Ternyata tepat sebulan ngga ngeblog. Being busy lately. Banyak kegiatan antara lain sempet kuliah lapangan ke Malang, Surabaya, dan Bali. Asyiknya kuliah di perencanaan wilayah, banyak jalan-jalan… tapi sungguh berat di ongkos :p

Andaikata jadwal kuliah lapangan bergeser satu atau dua hari aja pasti jadwalnya bakal berantakan. Bus saya dan teman-teman sempat melewati ruas jalan tol Porong. Dua hari kemudian tanggul jebol dan jalan tol ditutup. Baru benar-benar percaya ketika melihat dengan mata kepala sendiri (dan baunya pun menyengat seperti bau belerang). Kawasan permukiman dan industri yang mati, mengenaskan.

Lumpur Lapindo


Read more…


 
 

www.flickr.com