Skip to main content or archives
nien / spatial, thoughts / Dec 29, 2007 @ 4:16 pm

Duka di penghujung tahun. Banjir dan longsor di berbagai wilayah di Indonesia, terutama daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Dan mungkin baru permulaan. Pikiran bodon saya sempat berpandangan kalau di bulan-bulan berakhiran -ber ini sudah hujan setiap hari, ya di bulan-bulan kedepan, bulan-bulan berakhiran -ri, bakal mereda. Ini “sekedar” hujan yang terlalu cepat datang. Ngga gitu ya ternyata. Hmm, makin hari cuaca kok makin ekstrem saja.

Turut berduka untuk yang tertimpa musibah ini…

Membincangkannya dengan teman-teman. Beberapa di antaranya berujar nada yang hampir serupa. Merga menungsa wes kakehan dosa, akibat manusia sudah kebanyakan dosa. Ya memang, tapi entah kenapa saya kok menangkap nada terlalu pasrah di sana.

Bencana-bencana yang datang sebenarnya bisa diantisipasi supaya dampaknya tidak luas, bahkan mungkin bisa dicegah. Sungguh miris mendengar bahwa longsor di Tawangmangu sebenenarnya telah diprediksikan, sejak setahun yang lalu.

Weleh-weleh, kita tidak pernah tahu. Juga tak pernah benar-benar mengerti kawasan seperti apa yang kita tinggali. Dan selalu saja seperti terkaget-kaget ketika bencana muncul.

Padahal, berbagai penelitian, berbagai peta-peta rawan bencana, berbagai pedoman tentang area rawan bencana itu ada. Masuk saja ke situs PU misalnya… dan anda akan menemukannya setalah harus menelisik beberapa lama :) Di bagian terdalam, seperti memang tidak berniat untuk disosialisasikan. Sayang sungguh sayang…. berbagai pedoman penting sering hanya berhenti di meja saja.

Andai saja disosialisasikan… Tentu sudah bukan lagi dalam bentuk peraturan lengkap dengan pasal dan ayatnya. Juga bukan lagi segepok laporan yang masih lengkap dengan latar belakang dan tinjauan pustakanya. Tapi dalam bentuk yang sederhana, mudah dipahami. Iklan-iklan atau leaflet-leaflet yang sederhana saja tapi mengena. Mempersiapkan dalam menghadapi bencana, syukur-syukur bisa mencegahnya. Macam ini atau seperti ini. Apa sih yang harus dilakukan kalau bencana datang, tanaman jenis apa sih yang paling pas untuk mencegah longsor (kayaknya yang pasti bukan jemani :p)….

Btw, ini ada blog yang cukup informatif : Bencana.net. Juga ada link ke beberapa dokumen, ini dan ini… Aih, ribet yakz?


nien / my life, spatial, just for fun / Nov 26, 2007 @ 9:48 am

Gawat. Di tengah seabrek tugas dan kerjaan saya malah “kembali” jatuh cinta pada sebuah game. Setelah sekian lama saya ngga pernah menggunakan komputer buat ngegame. Kembali, karena game yang saya mainkan ini sebenernya adalah game lama rasa baru, OpenTTD. Versi opensource dari game klasik tentang transportasi, the legendary Tansport Tycoon Deluxe, yang udah ngga diproduksi lagi.

Serupa tapi tak sama… Udah ada banyak fitur yang ditambahkan termasuk fitur bermain secara multiplayer (abad 21 gituw :p). Mengingat ini adalah game lama yang “enteng”, kuat-kuat saja buat dimainkan di komputer setengah tua dan koneksi “biar lambat asal selamat” yang saya punya :)

Punya saingan, lum bisa bikin yang complicated kayak begini...

Read more…


nien / confuzzling, spatial / Nov 26, 2006 @ 7:29 pm

Ternyata tepat sebulan ngga ngeblog. Being busy lately. Banyak kegiatan antara lain sempet kuliah lapangan ke Malang, Surabaya, dan Bali. Asyiknya kuliah di perencanaan wilayah, banyak jalan-jalan… tapi sungguh berat di ongkos :p

Andaikata jadwal kuliah lapangan bergeser satu atau dua hari aja pasti jadwalnya bakal berantakan. Bus saya dan teman-teman sempat melewati ruas jalan tol Porong. Dua hari kemudian tanggul jebol dan jalan tol ditutup. Baru benar-benar percaya ketika melihat dengan mata kepala sendiri (dan baunya pun menyengat seperti bau belerang). Kawasan permukiman dan industri yang mati, mengenaskan.

Lumpur Lapindo


Read more…


nien / spatial / Jun 23, 2006 @ 6:27 pm

Edan juga si Helmi Yahya. Setelah bikin acara Bedah Rumah, sekarang mau bikin acara baru yang judulnya Bedah Kampung, yang dibedah bukan lagi satu rumah tapi satu kampung. Kaget pas tadi pagi liat di tipi soal rencana ini. Acara Bedah Kampung ini dibuat dalam rangka Hari Keluarga Nasional dan kerjasamanya antara lain sama BKKBN, PKK nasional, dan berbagai pihak lainnya. Katanya Presiden SBY juga bakal hadir di puncak acara.

Lokasinya di Kampung Cipambuan, Kabupaten Bogor. Dari 180 rumah bakal ada 20 yang direnovasi total sementara yang lainnya direnovasi sebagian. Selain itu juga bakal membangun semacem sekolah atau pepustakaan. Plus, masih ada berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat contohnya lewat penyuluhan dan berbagai pelatihan. Dan katanya siy, semua dalam waktu seminggu… Busyet dah… :)

Beritanya bisa diklik di sini, ini, dan di sini juga

Sebagai orang yang sedang belajar urban planning (eh… kayakna gag harus deng ;p), saya belajar kalau perubahan yang instan kayak gini, efeknya juga bakal instan. Kalo tujuannya sekedar perbaikan fisik, ya masih bisa deh… Tapi kalo sampai ke peningkatan kualitas masyarakatnya kok jadi keliatan utopis alias muluk banget. Seminggu gituw, kayak maen Sim City aja… Hehehe, saya terdengar pesimis ya? :) Yah… tapi niatnya oke juga siy, semoga aja walau dibikin instan tapi hasilnya oke dan tahan lama.

Well, btw.. kenapa ngga ngambil lokasi di Bantul ato Klaten ya? ;p


nien / spatial / Oct 13, 2005 @ 5:47 pm

Lama gag ngepost… juga gag ngenet, bagian dari program pengiritan :D
BBM naek gituloh…
Kerasa banget kalo full tank sepeda motorku… huikz… 13 ribu.
Kerasa pas kemaren naek bus kota, sekali naek 2 ribu… belum kalo bolak balik, huhuh mahalnya.
Tapi yah BBM emang harus naek., alesannya kenapa… kayaknya udah banyak yang bahas.
Pas kuliah aja jadi topik yang seru bgt, dan perdebatannya masih bakal dilanjutin minggu depan.
Rame bgt, banyak yang pro, banyak juga yang kontra… nyatanya banyak yang unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM.

Di luar semua hiruk pikuk itu, ada hal yang menarik dari naeknya BBM. Contoh sederhananya kayak apa yang ada di kampusku. Biasanya parkiran cuman dipenuhin sepeda motor, tapi akhir-akhir ini mulai ada sepeda (sepeda yang digenjot bukan sepeda motor) yang parkir disana. Temen-temenku yang ngekos, yang walo sebenernya jarak ke kampus deket tapi selalu naek motor, udah mulai jalan kaki. Perubahan dimulai dari hal-hal yang simpel kayak begini. Belajar untuk tidak konsumtif. Kayak pepatah bilang… hemat pangkal kaya. Selama ini, menurutku… manusia Indonesia emang boros (mungkin aku sendiri juga :p), suka ama yang serba wah, kayak di sinetron Indonesia tu… berlebihan. Way of life yang udah mengakar begitu kuatnya. Jadi kalo gag segera diubah yah semuanya bakal habis dengan percuma. Ada satu stiker di mobil dosenku yang tiap kali ngeliatnya, aku selalu ngerasa tertohok. Bentuk stikernya simpel banget tapi lumayan menggelitik, ada tiga gambar globe, trus ada tulisannya kira-kira begini, “Manusia Makin Boros, Perlu Tiga Bumi.” Gag mau kan kalo sampe kejadian kayak begini… kalo buminya beneran ada tiga siy gpp, lha kenyataanya gag jeh ;p