Skip to main content or archives
nien / Spatial, Thoughts / Oct 16, 2008 @ 11:24 am

Entah apakah karena saya belajar tentang tata ruang, daftar lagu favorit pun adalah lagu-lagu yang mengasosiasikan diri pada suatu ruang, tempat, ataupun kota. Lagu-lagu yang punya sense of space, rasa ruang. Menyebutnya dengan spacious song… walau term spacious ini sebenarnya agak kurang tepat, but sounds cool sih :) Tentu saja lagu Yogyakarta dari KLA Project masuk di urutan pertama. Dan karena akhir-akhir ini John Mayer selalu jadi favorit, lagunya yang berjudul In Your Atmosphere atau yang kadang disebut dengan LA Song juga jadi favorit.

Ada satu lagu lagi yang sangat saya suka. Lagu berjudul Taman dari band Post Theraphy, muncul kira-kira 10 tahun yang lalu. Band ini entah kemana, tapi kata seorang teman sudah berganti nama menjadi band berjudul Shifter.

Post Therapy - Taman

Berdiri di sini ku termenung
Haru terasa mengandang rindu
Dulu di sini sebuah taman
Tempat engkau menanti diriku

Reff :
Tiada lagi taman yang indah
Berganti dengan pencakar langit
Hilang semua warna kotamu
Pudar terhapus tuntutan jaman

Tadinya aku ingin melepas rindu
Sekedar mengingat dirimu
Yang kini telah jauh
Tak kutemukan tempat berteduh
Tuk menghindari panas mentari

Back to Reff :

Lagu yang masih (makin?) relevan dengan keadaan saat ini…


nien / Spatial, Thoughts / Dec 29, 2007 @ 4:16 pm

Duka di penghujung tahun. Banjir dan longsor di berbagai wilayah di Indonesia, terutama daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Dan mungkin baru permulaan. Pikiran bodon saya sempat berpandangan kalau di bulan-bulan berakhiran -ber ini sudah hujan setiap hari, ya di bulan-bulan kedepan, bulan-bulan berakhiran -ri, bakal mereda. Ini “sekedar” hujan yang terlalu cepat datang. Ngga gitu ya ternyata. Hmm, makin hari cuaca kok makin ekstrem saja.

Turut berduka untuk yang tertimpa musibah ini…

Membincangkannya dengan teman-teman. Beberapa di antaranya berujar nada yang hampir serupa. Merga menungsa wes kakehan dosa, akibat manusia sudah kebanyakan dosa. Ya memang, tapi entah kenapa saya kok menangkap nada terlalu pasrah di sana.

Bencana-bencana yang datang sebenarnya bisa diantisipasi supaya dampaknya tidak luas, bahkan mungkin bisa dicegah. Sungguh miris mendengar bahwa longsor di Tawangmangu sebenenarnya telah diprediksikan, sejak setahun yang lalu.

Weleh-weleh, kita tidak pernah tahu. Juga tak pernah benar-benar mengerti kawasan seperti apa yang kita tinggali. Dan selalu saja seperti terkaget-kaget ketika bencana muncul.

Padahal, berbagai penelitian, berbagai peta-peta rawan bencana, berbagai pedoman tentang area rawan bencana itu ada. Masuk saja ke situs PU misalnya… dan anda akan menemukannya setalah harus menelisik beberapa lama :) Di bagian terdalam, seperti memang tidak berniat untuk disosialisasikan. Sayang sungguh sayang…. berbagai pedoman penting sering hanya berhenti di meja saja.

Andai saja disosialisasikan… Tentu sudah bukan lagi dalam bentuk peraturan lengkap dengan pasal dan ayatnya. Juga bukan lagi segepok laporan yang masih lengkap dengan latar belakang dan tinjauan pustakanya. Tapi dalam bentuk yang sederhana, mudah dipahami. Iklan-iklan atau leaflet-leaflet yang sederhana saja tapi mengena. Mempersiapkan dalam menghadapi bencana, syukur-syukur bisa mencegahnya. Macam ini atau seperti ini. Apa sih yang harus dilakukan kalau bencana datang, tanaman jenis apa sih yang paling pas untuk mencegah longsor (kayaknya yang pasti bukan jemani :p)….

Btw, ini ada blog yang cukup informatif : Bencana.net. Juga ada link ke beberapa dokumen, ini dan ini… Aih, ribet yakz?


nien / My Life, Spatial, Jolly / Nov 26, 2007 @ 9:48 am

Gawat. Di tengah seabrek tugas dan kerjaan saya malah “kembali” jatuh cinta pada sebuah game. Setelah sekian lama saya ngga pernah menggunakan komputer buat ngegame. Kembali, karena game yang saya mainkan ini sebenernya adalah game lama rasa baru, OpenTTD. Versi opensource dari game klasik tentang transportasi, the legendary Tansport Tycoon Deluxe, yang udah ngga diproduksi lagi.

Serupa tapi tak sama… Udah ada banyak fitur yang ditambahkan termasuk fitur bermain secara multiplayer (abad 21 gituw :p). Mengingat ini adalah game lama yang “enteng”, kuat-kuat saja buat dimainkan di komputer setengah tua dan koneksi “biar lambat asal selamat” yang saya punya :)

Punya saingan, lum bisa bikin yang complicated kayak begini...

Read more…


nien / Rambling, Spatial / Nov 26, 2006 @ 7:29 pm

Ternyata tepat sebulan ngga ngeblog. Being busy lately. Banyak kegiatan antara lain sempet kuliah lapangan ke Malang, Surabaya, dan Bali. Asyiknya kuliah di perencanaan wilayah, banyak jalan-jalan… tapi sungguh berat di ongkos :p

Andaikata jadwal kuliah lapangan bergeser satu atau dua hari aja pasti jadwalnya bakal berantakan. Bus saya dan teman-teman sempat melewati ruas jalan tol Porong. Dua hari kemudian tanggul jebol dan jalan tol ditutup. Baru benar-benar percaya ketika melihat dengan mata kepala sendiri (dan baunya pun menyengat seperti bau belerang). Kawasan permukiman dan industri yang mati, mengenaskan.

Lumpur Lapindo


Read more…


nien / Spatial / Jun 23, 2006 @ 6:27 pm

Edan juga si Helmi Yahya. Setelah bikin acara Bedah Rumah, sekarang mau bikin acara baru yang judulnya Bedah Kampung, yang dibedah bukan lagi satu rumah tapi satu kampung. Kaget pas tadi pagi liat di tipi soal rencana ini. Acara Bedah Kampung ini dibuat dalam rangka Hari Keluarga Nasional dan kerjasamanya antara lain sama BKKBN, PKK nasional, dan berbagai pihak lainnya. Katanya Presiden SBY juga bakal hadir di puncak acara.

Lokasinya di Kampung Cipambuan, Kabupaten Bogor. Dari 180 rumah bakal ada 20 yang direnovasi total sementara yang lainnya direnovasi sebagian. Selain itu juga bakal membangun semacem sekolah atau pepustakaan. Plus, masih ada berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat contohnya lewat penyuluhan dan berbagai pelatihan. Dan katanya siy, semua dalam waktu seminggu… Busyet dah… :)

Beritanya bisa diklik di sini, ini, dan di sini juga

Sebagai orang yang sedang belajar urban planning (eh… kayakna gag harus deng ;p), saya belajar kalau perubahan yang instan kayak gini, efeknya juga bakal instan. Kalo tujuannya sekedar perbaikan fisik, ya masih bisa deh… Tapi kalo sampai ke peningkatan kualitas masyarakatnya kok jadi keliatan utopis alias muluk banget. Seminggu gituw, kayak maen Sim City aja… Hehehe, saya terdengar pesimis ya? :) Yah… tapi niatnya oke juga siy, semoga aja walau dibikin instan tapi hasilnya oke dan tahan lama.

Well, btw.. kenapa ngga ngambil lokasi di Bantul ato Klaten ya? ;p


nien / Spatial / Oct 13, 2005 @ 5:47 pm

Lama gag ngepost… juga gag ngenet, bagian dari program pengiritan :D
BBM naek gituloh…
Kerasa banget kalo full tank sepeda motorku… huikz… 13 ribu.
Kerasa pas kemaren naek bus kota, sekali naek 2 ribu… belum kalo bolak balik, huhuh mahalnya.
Tapi yah BBM emang harus naek., alesannya kenapa… kayaknya udah banyak yang bahas.
Pas kuliah aja jadi topik yang seru bgt, dan perdebatannya masih bakal dilanjutin minggu depan.
Rame bgt, banyak yang pro, banyak juga yang kontra… nyatanya banyak yang unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM.

Di luar semua hiruk pikuk itu, ada hal yang menarik dari naeknya BBM. Contoh sederhananya kayak apa yang ada di kampusku. Biasanya parkiran cuman dipenuhin sepeda motor, tapi akhir-akhir ini mulai ada sepeda (sepeda yang digenjot bukan sepeda motor) yang parkir disana. Temen-temenku yang ngekos, yang walo sebenernya jarak ke kampus deket tapi selalu naek motor, udah mulai jalan kaki. Perubahan dimulai dari hal-hal yang simpel kayak begini. Belajar untuk tidak konsumtif. Kayak pepatah bilang… hemat pangkal kaya. Selama ini, menurutku… manusia Indonesia emang boros (mungkin aku sendiri juga :p), suka ama yang serba wah, kayak di sinetron Indonesia tu… berlebihan. Way of life yang udah mengakar begitu kuatnya. Jadi kalo gag segera diubah yah semuanya bakal habis dengan percuma. Ada satu stiker di mobil dosenku yang tiap kali ngeliatnya, aku selalu ngerasa tertohok. Bentuk stikernya simpel banget tapi lumayan menggelitik, ada tiga gambar globe, trus ada tulisannya kira-kira begini, “Manusia Makin Boros, Perlu Tiga Bumi.” Gag mau kan kalo sampe kejadian kayak begini… kalo buminya beneran ada tiga siy gpp, lha kenyataanya gag jeh ;p


nien / Rambling, Spatial / Jul 08, 2005 @ 12:14 am

Kemaren pas keluar, sempet berencana buat isi bensin. Bensin motorku udah di bagian merah, cuman cukup buat dipake pergi hari itu aja. Jadi berangkatnya lewat pom bensin, waladala… edian antrenya. Di pom bensin Bugisan, antrenya panjang banget, sampe dijagain polisi, males buanget mo antri, mo nyari di pom laen paling juga sama aja, ya sudah… akirna gag ngisi bensin, memeng tenan jeh… ;p

Krisis BBM yang ada sekarang ini siy katanya karena masalah duit yang turun, urusan antara Pertamina ama Depkeu. Diluar masalah itu… aku rasa masalah kebiasaan konsumsi juga punya andil besar. Beberapa orang memang bener-bener butuh BBM, tapi sebagian yang lain sebenernya masih punya pilihan lain. Beberapa konsumen yang yang pake BBM buat angkutan pribadi, kan masih bisa pake angkutan umum. Misalnya aja naek sepeda motor, satu orang satu sepeda motor VS banyak orang satu kendaraan umum, well… kendaraan umum bakal lebih efisien. Jalan juga jadi gag gitu sumpek dan polusi pasti juga lebih minimal…

Tapi kenapa masih suka males naek kendaraan umum?
- Angkutan umum itu gag nyaman juga susah
- Naek angkutan itu mahal, di jogja ongkos bus aja 1200, kalo misal sehari butuh naek bus 4x, kluar duit 4800. Duit sgitu buat isi bensin motor bebek, bisa dipake jalan beberapa hari…

Aku sendiri… karena alasan itu juga masih milih naek motor sendiri. Kantong mahasiswa gitu loh ;p Dan karena alasan itu pula, yang namanya sepeda motor makin hari makin banyak. Seorang sales sepeda motor merk Jepang itu dikasih target penjualan 10 motor per bulan. Coba bayangin aja ada berapa sales di satu dealer, berapa dealer di satu kota, dan berapa merk di satu kota. Gimana mo ngga nambah banyak yang namanya sepeda motor, apalagi masih ada sistem kredit…
Motor nambah banyak, konsumsi BBM juga makin banyak… Gimana BBB gag makin menipis tuw?

Jadi inget ama omongan temen kampusku, setengah bercanda gitu siy. Dia bilang gini kira-kira, “Udah Ni, biarin aja tuh BBM abis skalian… biar smua orang pada bingung, biar kepaksa pake yg laen.”
Dipikir-pikir ini bener juga yah… Jadi??? Jadi ya… gituw deh…! (bajaj style ;p)


|
 
 

www.flickr.com